Sabtu, 08 Desember 2012 0 komentar

Allah Adalah Pencipta, Bukan Pelukis


Terasa sangat tidak pas di hati, setiap kali lagu anak-anak yang berjudul "pelangi" diputar atau dilantunkan.

Pelangi pelangi
Alangkah indahmu
Merah kuning hijau
Di langit yg biru
P________mu agung
Siapa gerangan
...
Pelangi pelangi ciptaan Tuhan

Mosok, Gusti Allah disebut sebagai pelukis. Jelas tidak layak, tidak pantas, tidak etis, menyalahi prinsip tanzih (keyakinan bahwa Allah tidak menyerupai makhluk) dan bertentangan dengan kaidah "Asmaa' Allaah tauqiifiyyah" (pemberian nama pada Allah harus berdasarkan al-Qur'an, al-Hadits atau ijma').

Yang saya khawatirkan, timbul persepsi yang salah mengenai Allah pada diri anak-anak yang sudah sangat akrab dengan lagu tersebut. "Pelukis" bisa saja dipersepsikan sebagai "tukang lukis yg membutuhkan pena, kuas, cat, kanvas dsb dalam proses melukis".

Maha Suci Allah dari meyerupai makhluk-Nya.

Gimana kalau kata "Pelukis" dalam lagu itu, kita ganti menjadi "Pencipta". Setuju???
Kamis, 06 Desember 2012 0 komentar

Nabi Ibrahim Tidak Pernah Bingung Mencari Tuhannya


Nabi Ibrahim tidak pernah musyrik dengan menganggap bintang, bulan dan matahari sebagai tuhannya. Allah ta'aala berfirman (Q.S. Ibrahim: 51):
وَلَقَدْ آتَيْنَا إِبْرَاهِيمَ رُشْدَهُ مِنْ قَبْلُ وَكُنَّا بِهِ عَالِمِينَ
Mujahid dan lainnya menafsirkan ayat ini dengan mengatakan: "Ibrahim sudah diberi petunjuk oleh Allah sejak ia masih kecil".

Allah juga menegaskan...
(Q.S. Al-'Imran: 67):
مَا كَانَ إِبْرَاهِيمُ يَهُودِيًّا وَلَا نَصْرَانِيًّا وَلَٰكِنْ كَانَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ
"Ibrahim bukan seorang yahudi, bukan pula nashrani, tapi ia adalah seorang yang lurus dan seorng muslim, dan ia bukan termasuk orang-orang musyrik".

Para ulama ahlussunnah, sebagaimana kita tahu, juga menegaskan bahwa para nabi ma'shum dari kufur, baik sebelum maupun setelah menjadi nabi.

Adapun ayat 76, 77 dan 78 surat al-An'aam yg menyebutkan bahwa nabi Ibrahim ketika melihat bintang, bulan dan matahari, beliau mengatakan:
هذا ربي
Maknanya bukanlah kalimat penetapan, tapi 'alaa taqdiir al-Istifhaam al-Inkaariyy (kalimat pertanyaan yang dimaksudkan untuk mengingkari).

Jadi maknanya adalah :
"Inikah Tuhanku sebagaimana yang kalian sangka wahai umatku?"
atau
"Ini bukan tuhanku"
atau
"Bintang, bulan dan matahari tidak layak menjadi tuhan karena ketiganya mengalami perubahan, terbit lalu tenggelam. Bagaimana mungkin kalian meyakini ketiganya sebagai tuhan wahai umatku?"

Semoga bermanfaat.
0 komentar

Nadhom Aqidah (Bahr Rojaz)


Disusun oleh: Nur Rohmad
Smg Allah mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya

Segala pujian hanya milik Allah
Yang Maha Pengasih dan Maha Pemurah

Shalawat dan salam semoga tercurah
Atas Nabi Muhammad putra Abdullah

Berkata hamba Allah yang sangat lemah
Nur Rohmad yang mengharapkan rahmat Allah

Nadhoman ini kutulis dgn singkat
Smoga berfaedah dan penuh manfaat

Ketahuilah oleh engkau bahwa umat
Muhammad, terpecah belah banyak amat

Tujuh puluh tiga jumlahnya yg pasti
Sesuai sabda Nabi riwayat Tirmidzi

Tujuh puluh dua di akhirat sana
Berhak masuk neraka menyala-nyala

Ahlussunnah sebagai firqah najiyah
Berhak menempati surga milik Allah

Ahlussunnah mayoritas senantiasa
Pada generasi di setiap masa

Ahlussunnah golongan al-Asyaa'irah
al-Maaturiidiyyah juga yakinilah

Dalam fiqih bermadzhab imam Syafi'i
Imam Hanafi, Maliki dan Hanbali

Tasawuf Baghdadi juga al-Jilani
al-Ghazali juga imam ar-Rifa'i

Ahlussunnah meyakini Allah ada
Tanpa tempat, tanpa arah, tanpa masa

Allah dari segala ukuran Suci
Berbentuk mustahil Dia disifati

Allah Pencipta segala sesuatu
Ijma' ulama menyatakan hal itu

Dia tak hanya Pencipta jasad hamba
Perbuatan hamba juga ciptaan-Nya

Pelaku dosa besar jangan kafirkan
Selagi dosa tidak ia halalkan

Nabi Muhammad adalah yang terakhir
Pada kufur beliau tak tergelincir

Urutan derajat sahabatnya Nabi
Abu Bakr Umar Utsman lalu Ali

Islam agama seluruh para nabi
Selainnya agama tak diridlai

Inilah keyakinan golongan Sunni
Wajib diyakini juga diimani
 
;